Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
polresta sidoarjo

Simulasi Coblosan di Mapolresta Sidoarjo, TPS Dibatasi Maksimal 10 Pemilih

Simulasi proses pemungutan dan penghitungan perolehan suara di halaman Mapolresta Sidoarjo

Sidoarjo, Memorandum.co.id – KPUD Sidoarjo menggelar simulasi tahapan proses pemungutan dan penghitungan perolehan suara di TPS dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes), Sabtu, (5/12/2020) di halaman Mapolresta Sidoarjo.

Simulasi disaksikan langsung PJ Bupati Sidoarjo Hudiyono, Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji dan Ketua KPUD Sidoarjo M. Iskak.


Totalnya 3.528 TPS di seluruh Sidoarjo. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sidoarjo telah menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) untuk pilkada Sidoarjo. Jumlahnya adalah 1.404.887 pemilih. Itu terdiri atas 692.500 pemilih laki-laki dan 712.387 pemilih perempuan.

“Simulasi ini merupakan miniatur pelaksanaan pemungutan suara nanti. Sejumlah langkah dalam simulasi dilakukan, mulai dari; cek suhu badan, menyiapkan cuci tangan, sarung tangan plastik dan jumlah tempat duduk jarak minimal 1 meter,” kata M. Iskak, Ketua KPUD Sidoarjo.

baca juga :  Empat Kapolsek Jajaran Polresta Sidoarjo Resmi Diganti

Sebelum TPS dibuka terlebih dulu dilakukan penyemprotan desinfektan oleh petugas protokol covid-19.

Setelah dilakukan penyemprotan, diimbau kepada pemilih yang terdaftar di DPT no 1-10 diharapkan menuju ke TPS, kemudian nomor selanjutnya dan seterusnya, maksimal 10 orang pemilih berada di TPS. Sebelum dilakukan pemungutan suara petugas melaksanakan rapat terlebih dulu dengan 10 daftar pemilih.

Petugas TPS melalui pengeras suara selalu mengingatkan agar tetap mematuhi protokol kesehatan 3 M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak).

Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono menilai, simulasi yang dilakukan KPUD Sidoarjo merupakan langkah yang tepat, karena banyak perubahan kebiasaan di TPS dibanding proses pemungutan suara pilkada sebelumnya.

baca juga :  Kapolresta Sidoarjo : Kabar Percobaan Penculikan Anak di Sidoarjo Hoax

“Proses pemungutan suara saat ini mengedepankan protokol kesehatan dengan ketat, banyak perubahan selama di TPS. Seperti, pembatasan pemilih 10 orang saja, antrean juga harus sesuai dengan nomor urut. Di tiap TPS juga disiagakan petugas yang khusus menangani protokol kesehatan,” kata Hudiyono.

Hudiyono berharap, pelaksanaan pilkada 9 Desember nanti berjalan aman dan lancar. Tidak ada cluster baru selama pilkada dan warga Sidoarjo sehat semua. Sehat ekonominya, sehat jasmaninya dan warganya selamat semua.

Seluruh petugas sebelumnya mengucapkan sumpah menyatakan bebas kepentingan dan golongan. Tidak memihak dan bersikap netral. Maksimal jumlah petugas di TPS diantaranya, dari KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) ada 7 orang. KPPS 1 adalah ketua KPPS, kemudian KPPS 2 dan 3 bertugas mengurus surat suara, kemudian KPPS 4 bertugas mencocokkan C 6 (C pemberitahuan) ke DPT. Kemudian KPPS 5 bertugas mendata daftar hadir atau C daftar hadir. Sedangkan KPPS 6 menjaga kotak suara dan memakai baju hazmat jika ada kejadian khusus seperti ada pemilih dengan suhu badan tinggi. Dan yang terkahir KPPS 7 bertugas menetesi tinta pemilih setelah dari bilik.

baca juga :  Lawan Covid-19, Kabupaten Sidoarjo Luncurkan Kampung Tangguh Semeru

Petugas lainnya, yakni petugas PTPS (pengawas TPS) 1 orang , Saksi ada 3 orang sesuai dengan jumlah Paslon pilkada Sidoarjo ada 3 Paslon, petugas Linmas 2 orang.

Linmas bertugas menyemprot desinfectan dan thermogun, termasuk mengarahkan untuk cuci tangan. Di TPS disediakan sarung tangan plastik dan hand sanitizer. Tempat duduk berjarak 1 meter dan masuknya sesuai nomor urut.(ags/jok)

Reporter : Biro Sidoarjo

baca juga

Warga Sidoarjo Rindu Sosok Brigjen Anggoro

Aziz Manna Memorandum

Warga Diimbau Tetap Jaga Kerukunan

Aris Setyoadji

Wakapolresta Sidoarjo: Kampung Tangguh Bikin Tangguh dan Aman Masyarakat

Aziz Manna Memorandum