Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Kriminal

Tanam Ganja untuk Obat Epilepsi

Ardian Aldiano alias Dino mendengarkan dakwaan jaksa.

Surabaya, memorandum.co.id – Masih ingat dengan kasus tanaman ganja yang ditanam hidroponik yang diungkap Ditreskoba Polda Jatim? Selasa (4/8), terdakwa Ardian Aldiano alias Dino menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Dalam dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) M Nizar, bahwa terdakwa diancam pidana dalam pasal 114 ayat (2) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Petugas saat menggeledah rumah terdakwa ditemukan 27 tanaman hidup hidroponik narkotika jenis ganja,” kata JPU M Nizar.

Jaksa mengungkapkan barang bukti biji tanaman hidroponik ganja milik terdakwa didapat dari pengedar dari Malang. Terdakwa saat itu awalnya membeli delapan tanaman ganja dengan usia tiga bulan.

baca juga :  PN Surabaya Lockdown Jilid 2, Tunggu Hasil Swab Test

Atas dakwaan itu, Singgih Tomy Gumilang, penasihat hukum terdakwa mengajukan eksepsi. Sebab, dalam dakwaannya, ada beberapa hal yang tidak disampaikan seperti pasal yang dikenakan dan alasan menanam ganja.

“Kami sepakat mengajukan eksepsi. Karena apa? Dari segi penggunaan sendiri harusnya digunakan pasal 127 selain itu di berkas perkara juga seharusnya diceritakan detail alasan kenapa menanam ganja,” tegas Tomy.

Tomy lalu menjelaskan, terdakwa terpaksa menanam ganja karena mempunyai riwayat epilepsi. Ganja yang ditanam itu pun hanya dikonsumsi untuk dirinya sebagai obat.

baca juga :  Tolak Mimican, Vanessa Angel Minta BO Rp 60 Juta

“Sebenarnya beliau punya penyakit epilepsi atau kalau tidur itu suka kejang-kejang. Sehingga itu mengganggu yang di sebelahnya. Jadi beliau itu akan terkontrol kejangnya saat menggunakan ganja maka epilepsinya kambuh lagi,” terangnya. (fer/tyo)

baca juga

Vonis 6 Bulan Untuk Pencuri HP Driver Ojol

Agus Supriyadi

Video : Ratusan Pegawai PN Surabaya Rapid Test Kali Ketiga

Agus Supriyadi

Video : Meski Lockdown, PN Surabaya Tetap Layani Para Pencari Keadilan

Agus Supriyadi