Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Jatim

Tanggap Ancaman Narkoba, BNN Sinergi dengan Pemda dan Stakeholder

Dari kiri, Kepala BNNK Surabaya AKBP Kartono, Deputi Peran Serta
Masyarakat BNN Brigjenpol Richard M Nainggolan, Kepala BNNP Jatim Brigjenpol M Aris Purnomo.

Surabaya, memorandum.co.id – Pencegahan peredaran narkoba di kabupaten/kota tidak bisa dilakukan BNN sendirian. Keterlibatan pemerintah daerah dan stakeholder diharapkan bisa mengantisipasi ancaman narkoba di masing-masing wilayah.

Untuk mewujudkan itu, BNN menggelar sosialisasi kebijakan kota/kabupaten tanggap ancaman narkoba (kotan) di wilayah regional II. Yang diikuti 70 satuan kerja (satker) BNNP dan BNNK di Jawa dan Kalimantan serta 20 OPD Pemkot Surabaya.


Dikatakan Deputi Peran Serta Masyarakat BNN, Brigjenpol Richard M Nainggolan, kegiatan ini adalah kebijakan BNN dalam rangka mencegah, mengeliminasi, dan memitigasi penyalahgunaan narkoba.

baca juga :  Disergap di Pintu Keluar Tol Mojokerto

“Tujuan dari kota, kita memberikan sosialisasi kepada seluruh daerah agar mengetahui adanya kebijakan kotan. Dan setiap daerah melaksanakan kebijakan kotan tersebut,” ujar Richard M Nainggolan, Kamis (26/8/2021).

Tambahnya, nanti ada beberapa ukuran dan variabel serta pedoman bagi daerah untuk dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.

“Kita ukur ketanggapan kesiapsiagaan stakeholder dan pemda di suatu kabupaten/kota. Indeksasi ini diharapkan kepada daerah mau berbuat dan tergerak,” pungkas Richard M Nainggolan.

Sementara itu, Kepala BNNP Jatim, Brigjenpol M Aris Purnomo dalam sambutannya mengatakan, kegiatan sosialisasi ini untuk memperkenalkan kebijakan kabupaten/kota tanggap ancaman narkoba kepada seluruh stakeholder di Jatim.

baca juga :  Tabrak Anggota BNNP Jatim, Mobil Pengedar Sabu 25 Kg Diberondong Peluru

“Juga pemahaman komprehensif akan kebijakan kotan dan bisa dilaksanakan di masing-masing daerah,” ujar Aris.

Tambah Aris, menurut hasil survei BNN dan LIPI, prevalens pada 2019 tercatat ada 1,8 persen. Hal ini akan mengalami kenaikan signifikan apabila tidak mempunya kepedulian narkoba di lingkungan sekitar.

“Dalam kebijakan kota ada lima variabel utama yaitu ketahanan keluarga, ketahanan masyarakat, kewilayahan, kelembagaan, dan variabel hukum,” jelasnya.

Lanjutnya, sinergitas dapat terus terjalin dan
mengatasi masalah narkoba sampai tuntas demi menyelamatkan bangsa.

baca juga :  Tergiur Rp 10 Juta, 2 Wanita Jadi Kurir

“Kita mulai dari keluarga,” pungkas Aris.

Dengan kegiatan ini harapan BNN peran serta OPD daerah kota, khususny Surabaya dapat menjadi rujukan kegiatan selanjutnya terkait dengan rapat konsolidasi pada sektor kelembagaan tentang kebijakan kota pengukuran indeks ketahanan kota tanggap ancaman narkoba di wilayah, khususnya Surabaya. (fer)

baca juga

Video : Kantor BNNP Jatim Disemprot Disinfektan

Agus Supriyadi

Video : Detik-Detik BNNP Jatim Gerebeg Pemilik 5 Kg Sabu

Agus Supriyadi

Video : BNNP Jatim Launching SiPAS dan SiPINTAR

Agus Supriyadi