Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Surabaya

Tanpa Live Music, KBS Tetap Diserbu Warga saat Liburan Nataru

Pengunjung KBS menikmati wahana tunggang gajah.

Surabaya, memorandum.co.id – Kebun Binatang Surabaya (KBS) masih menjadi pilihan utama warga untuk mengisi liburan Natal dan Tahun Baru. Buktinya, dalam liburan itu, pengunjung KBS mencapai puluhan ribu.

Tepatnya 30.109 pengunjung. Dengan rincian, tanggal (25/12) terdapat 2.413 pengunjung, (26/12) ada 3.234 pengunjung, (27/12) 4.986 pengunjung, (28/12) ada 1.544 pengunjung, (29/12) 1.426 pengunjung, (30/12) ada 1.084 pengunjung, (31/12) ada 1.528 pengunjung, (1/1) ada 4.781 pengunjung, (2/1) ada 4.131 pengunjung dan (3/1) ada 4.988 pengunjung.


Untuk liburan tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Di mana, semua pelayanan dilakukan secara online dan menerapkan protokol kesehatan (prokes).  “Pembelian tiket harus via online. Diakses di www.surabayazoo.co.id dan menerapkan protocol kesehatan. Jika ada yang suhu badannya diketahui di atas 37,5 derajat celcius maka diisolasi sementara hingga suhu turun,” ujar Humas KBS Agus Supangkat, Minggu (3/1).

baca juga :  Pakar Mikrobiologi Unair: Virus Nipah Berpotensi Akibatkan Pandemi Jilid 2

Tambah Agus, untuk mengurangi kerumunan pengujung di dalam, maka tiap hari dibatasi jumlah pengunjung sekitar 5.000 orang. “Jadi gantian dan menunggu yang di dalam keluar dulu. Tapi selama ini tidak sampai mencapai 5.000 pengunjung,” jelasnya.

Selain itu, beberapa kegiatan juga ditiadakan, seperti live music dan beberapa kegiatan yang mengundang kerumunan pengunjung.

“Kami optimalkan wisata edukasi seperti kids zoo, naik unta, naik gajah. Hiburan lain seperti musik dan lainnya yang berpotensi mengundang kerumunan tidak kami hadirkan dulu,” jelasnya.

baca juga :  Kosgoro 1957: Koordinasi Pemerintah Kedodoran

Untuk menghindari kerumunan pengunjung ketika akan memasuki KBS, pihaknya membuat tiga akses masuk. Yaitu pintu utama, parkiran, dan sisi selatan. “Yang sisi selatan untuk memudahkan warga dari luar kota atau yang parker di Terminal Joyoboyo,” pungkas Agus. (fer/udi)

baca juga

Pakar Mikrobiologi Unair: Virus Nipah Berpotensi Akibatkan Pandemi Jilid 2

Aziz Manna Memorandum

Kosgoro 1957: Koordinasi Pemerintah Kedodoran

Aris Setyoadji