Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Surabaya

Tatap Muka Dibuka, Warga Sekolah Harus Sehat Semua

Tri Rismaharini bersama Supomo

Surabaya, memorandum.co.id – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan rencana dibukanya belajar dan mengajar melalui tatap muka, semua warga di sekolah itu benar-benar sehat. Sebab, ia tak ingin sampai terjadi klaster di lingkungan sekolah.
“Misalnya ada satu orang siswa positif, apa gurunya nanti tidak tertular? Jadi makanya sebelum belajar tatap muka dibuka murid juga harus kita test swab semua. Jadi nanti kalau selesai guru, akan kita tes swab muridnya,” ungkapnya.


Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Supomo menyampaikan, saat ini untuk kajian sekolah tatap muka tinggal finalisasi. Di sisi lain, pihaknya juga menunggu perkembangan kondisi Surabaya terkait data warga confirm Covid-19. “Khususnya dalam hal ini adalah stakeholder di dalam pendidikan, yaitu guru, wali murid dan anak-anak,” kata Supomo.


 

baca juga :  Dinas Pendidikan Surabaya Perpanjang Libur Sekolah Seminggu Lagi

Menurut Supomo, Wali Kota Risma ingin agar nantinya sekolah tatap muka itu dapat dibuka bukan hanya sebatas sementara. Artinya, sekolah tatap muka dibuka dalam beberapa hari kemudian ditutup lagi. Karena itu, Pemkot Surabaya saat ini terus melakukan persiapan sedemikian rupa.

“Ketika kita sudah putuskan sekolah ini buka, maka sekolah itu dibuka seterusnya. Nah, salah satu yang kita siapkan dan telah berjalan adalah test swab kepada guru. Nanti ke depan kita juga melakukan test swab untuk anak-anak,” beber dia.

baca juga :  Heboh Salah Gambar dalam Sekolah Daring, Kadis Pendidikan Minta Maaf

Sebab, anak-anak dan guru adalah bagian dari sekolah. Karena itu, Pemkot Surabaya ingin memastikan bahwa semua orang yang datang ke sekolah adalah mereka yang kondisinya benar-benar sehat. Sehingga ketika belajar tatap muka itu dibuka, diharapkan tidak sampai terjadi klaster di lingkungan sekolah.

 

Di sisi lain, Supomo menyatakan, terkait metode pembelajaran maupun tahapan protokol kesehatan di sekolah saat ini semuanya sudah disiapkan. Akan tetapi, hal yang paling utama adalah kondisi kesehatan warga sekolah, baik para guru, murid maupun orang tua.

 

“Kalau tidak cermat maka bisa menjadi penularan, kita khawatir di situ. Oleh karena itu, kita pastikan siapapun nanti yang akan mengikuti pendidikan tatap muka semuanya harus sehat dan disiplin menerapkan protokol kesehatan,” jelas dia.

baca juga :  18 Ribu Siswa SD Surabaya Dapat Seragam Gratis

 

Mantan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya ini menambahkan, bahwa dalam merumuskan kajian sekolah tatap muka pihaknya juga melibatkan pakar kesehatan masyarakat dan pakar epidemiologi. Sehingga setiap masukan dari mereka itu dinilai penting dalam menyusun SOP pembelajaran di sekolah.

 

“Karena jumlah guru banyak, sekarang ini kita masih estafet melakukan swab kepada mereka. Kita juga melakukan pendataan kepada wali murid. Jangan sampai nanti anak pulang kemudian tertular dan keluarganya menjadi tertular juga, jangan sampai itu,” pungkasnya. (udi/gus)

Reporter : Syaifuddin

baca juga

Siswa SD dan SMP di Surabaya Bisa Belajar Daring lewat Televisi

Aziz Manna Memorandum

Sebelum Buka Sekolah, Pemkot Surabaya Pastikan Guru, Siswa, Pegawai Sehat Semua

Aziz Manna Memorandum

Majukan Pendidikan, Gelar Seminar Ilmiah Guru

Agus Supriyadi