Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Kriminal

Tunggu Teman di Pinggir Jalan, Pria Jemur Wonosari Dibekuk Polisi

Kapolsek Tenggilis Mejoyo Kompol Kristiyan Beorbel Martino memamerkan tersangka dan barang bukti.

Surabaya, memorandum.co.id – Sedang asyik menunggu teman untuk menggelar pesta sabu bersama, Moh Lutfi (40), warga Jalan Jemur Wonosari Gang Buntu, dikejutkan dengan kedatangan anggota Reskrim Polsek Tenggilis Mejoyo di Jalan Raya Prapen.


Alhasil, tukang bengkel itu tidak dapat mengelak setelah petugas mendapati satu poket sabu seberat 0,39 gram yang disembunyikan di saku celana bagian kanan depan.


Dari informasi dihimpun, penangkapan tersangka bermula saat anggota Reskrim Polsek Tenggilis Mejoyo menerima informasi adanya masyarakat yang baru saja membeli sabu di Jalan Kyai Toha. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan ke lokasi. Hanya saja setiba di lokasi, petugas mendapat kembali informasi bila pelaku telah berpindah ke Jalan Raya Prapen.

“Saat itu tersangka duduk di atas motornya. Saat didatangi anggota, ia sempat mencoba kabur namun berhasil diamankan anggota. Setelah diperiksa didapati sabu di saku celananya,” kata Kapolsek Tenggilis Mejoyo Kompol Kristiyan Beorbel Martino, Minggu (20/9/2020).

Kristiyan menjelaskan, dari hasil interogasi dibenarkan bahwa sabu tersebut baru saja dibeli di Jalan Kyai Toha kepada seseorang bernama Kholik seharga Rp 200 ribu.  Rencananya sabu tersebut akan digunakan bersama rekannya, namun terlebih dahulu diamankan petugas.

“Sabu ini ia beli secara patungan bersama rekannya atas nama Ferry. Saat ini ia sedang kami lakukan pengejaran bersama pengedar barang haram ini yang infonya bernama Kholik,” tutur Alumni Akademi Kepolisian 2006 itu.

Sementara itu, di hadapan petugas, Lutfi mengaku menggunakan barang haram tersebut sejak dua bulan lalu. Awalnya ia menggunakan itu karena ajakan dari Ferry saat dirinya bstres lantaran pekerjaan sepi.

“Saya awalnya diajak, karena ketagihan saya akhirnya mau beli secara patungan dengan dia. Saya menyesal karena kalau didalam (penjara, red) anak dan istri saya mau makan apa,” sesal Lutfi. (iah/fer)

Reporter : Indra