Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Headline Pendidikan

Unair Resmi DO Mahasiswa Fetish Kain Jarit

Foto fetish kain jarit yang sempat viral di Medsos

Surabaya, Memorandum.co.id – Gilang, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair) resmi di-drop out (DO). Mahsiswa semester 10 itu diketahui sebagai dalang fetish kain jarit yang menjadi perbincangan publik hari-hari terakhir karena perilaku menyimpangnya ini.

Keputusan itu diambil pihak Unair berdasarkan beberapa pertimbangan. Mulai dari aduan yang masuk ke Unair dan klarifikasi pihak keluarga pelaku.

“Hari ini akhirnya Pak Rektor memutuskan yang bersangkutan dikeluarkan,” kata Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) Unair, Suko Widodo, Rabu (5/8).

baca juga :  1.492 Peserta Lolos SNMPTN Unair, 82% Perempuan

Selain itu, sambung Suko, masukan Dekanat dan tim help center juga menjadi pertimbangkan komisi etik. Lalu Rektor menyetujui.

“Sudah ditandatangani Pak Rektor. Pertama, setelah melakukan pelacakan dan kedua mengumpulkan informasi dari tim help center, pertemuan dari Dekanat FIB dengan keluarga yang bersangkutan melalui daring karena keluarganya berada di Banjarmasin,” jelasnya.

Dengan kejadian tersebut, pihak keluarga pelaku juga sudah menyatakan permintaan maaf. Terlebih, keluarga Gilang menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada Unair.

Berdasarkan laporan dari sejumlah kalangan kepada help center, perilaku Gilang tidak mencerminkan perilaku mahasiswa.

baca juga :  Tahun ini Unair Buka Dua Jalur Mandiri

“Dari kode etik memang sejak laporan-laporan dari sejumlah data perilaku yang bersangkautan tidak mencerminkan sebagai mana mestinya mahasiswa,” jelas Suko.

Selanjutnya, kata Suko, Gilang tidak ada lagi sangkut pautnya dengan Unair. Sebab, Unair sudah resmi memecatnya dari perguruan tinggi negeri (PTN) tersebut. (alf)

Reporter : Alfin

baca juga

Yuni Shara Meriahkan Reuni Akbar FEB Unair

Syaifuddin

Video : Demo Mahasiswa Unair Nyaris Ricuh

Agus Supriyadi

Unair-ITS Kolaborasi Ciptakan Robot Medis Pro-nakes bagi RSUA

Aziz Manna Memorandum