Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Metropolitan

Peringati Hari Pahlawan di Panggung Terapung Kali Surabaya

Kirab peserta upacara menuju panggung terapung di Kali Surabaya.

Surabaya, Memorandum.co.id – Ada yang unik dalam peringatan Hari Pahlawan 2019 di wilayah RW 02, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Jambangan. Dua buah panggung terapung di atas Kali Surabaya digunakan untuk upacara bendera dan pertunjukan seni budaya dan opera.

Kegiatan yang bertujuan untuk memupuk jiwa nasionalisme, sejarah, dan budaya tersebut dihadiri ratusan warga Kecamatan Jambangan dan instansi terkait. Dikemas dengan seni tradisional dan para pendukung acara yang terlibat, mengenakan pakaian adat dan bahasa berbagai daerah.


Camat Jambangan Annita Hapsari yang bertindak sebagai inspektur upacara pun berdandan ala Putri Tribuwana Tungga Dewi. Termasuk para lurah se-Kecamatan Jambangan juga mengenakan pakaian ala zaman kerajaan Majapahit.

baca juga :  Maknai Hari Pahlawan dengan Membangun Negeri

Annita Hapsari mengaku senang dengan pelaksanaan Hari Pahlawan yang dikemas dalam upacara dan seni budaya di panggung terapung. Ini untuk mengangkat dan melestarikan budaya bangsa Indonesia. Termasuk mengenalkan bahasa daerah yang bermacam-macam, seperti Jawa, Madura, Padang, dan lainnya.

“Kalau dikemas begitu saja mungkin gak ada kesannya, akhirnya ada ide dari warga dan didukung yang lainnya hingga terwujudlah kegatan di bantaran Kali Surabaya dan menjaga kebersihannya. Ini murni inisaitif warga kita sendiri.

Setelah itu kita arak-arakan ke Lapangan Kebonsari karena ada Festival KIM (Kelompok Informasi Masyarakat),” papar wanita yang sebelumnya menjabat Sekretaris Kecamatan Asemrowo ini, Sabtu (16/11).

baca juga :  PKS Jatim Tabur Bunga dan Napak Tilas Hari Pahlawan

Di kesempatan sama, Ki Legowo Setiawan mengatakan, konsep acara tersebut dibuat untuk menunjukkan ada jiwa nasionalisme, sejarah, dan budayanya. Oleh sebab itu kami mengemasnya dengan pakaian adat dan berbagai bahasa daerah.

“Memakai beberapa bahasa itu menunjukkan Indonesia itu banyak sekali bahasa-bahasa daerah yang wajib kita lestarikan dan perkenalkan kepada selruh warga hingga mancanegara, bahwa kita kaya akan adat, suku, dan Bahasa,” tegas pria yang juga Ketua RW 02 Kebonsari ini.

Kegitan ini juga dimeriahkan dengan penampilan tari massal ibu-ibu perwakilan dari empat kelurahan di wilayah Kecamatan Jambangan. Seusai acara ratusan warga dan peserta arak-arakan menuju Lapangan Kebonsari untuk menyemarakkan Festival KIM 2019 yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya. (lis/alf/udi)

baca juga :  Bertema Pahlawan, Petugas Satlantas Layani Masyarakat

 

 

 

baca juga

Wawali: Parade Juang Bangkitkan Semangat Kesatuan

Syaifuddin

Warga Tolak Rencana Pembangunan Kantor IKA PMII

Syaifuddin

Tanamkan Cinta Tanah Air Sejak Dini

Aris Setyoadji