Memorandum.co.id – Berita Peristiwa Kriminal Hari Ini
Ekonomi

Validasi Data Ekonomi, Kadin Jatim Gandeng BPS

Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto (kanan) bersama Kepala BPS Jatim Dadang Hardiwan.

Surabaya, Memorandum.co.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur menjalin kerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim. Upaya ini untuk mendukung terwujudkan ekonomi yang baik.

Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto menjelaskan, ketersediaan data yang valid dan akurat diperlukan untuk mendorong
kinerja ekonomi Jatim.


“Data ini menjadi penting sebagai landasan dalam menentukan kebijakan. Kami berupaya menjalin kerjasama yang baik, melakukan audiensi dengan Badan Pusat Statistik Jatim,” ujar Adik Dwi Putranto usai bertemu Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan.

baca juga :  Kadin Jatim Jalin Kerja Sama dengan Unesa

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua Umum Bidang Ketenagakerjaan dan SDM Kadin Jatim Nurul Indah Susanti dan Ketua Komite Tetap Bidang Fiskal dan Moneter Kadin Jatim, Darno.

Adik mengungkapkan, bermitra baik dengan BPS menjadi sangat penting karena selama ini Kadin Jatim sering menemukan kesulitan jika membutuhkan beberapa data seputar ekonomi Jatim, misalkan data tentang sektor pertanian, sektor industri, perdagangan hingga soal UMKM.

“Dan ternyata di BPS datanya lengkap. Data terkait stimulus yang paling diharapkan pelaku UMKM saat pandemi pun ada. Ternyata sebagian besar meminta keringanan tagihan listrik,” tegasnya.

baca juga :  Perangi Corona, Kadin Jatim Sumbang Hand Sanitizer

Selanjutnya, data terkait perdagangan antar pulau misalnya, juga sangat dibutuhkan oleh Kadin Jatim. Dari data tersebut, ujar Adik, Kadin akhirnya bisa menentukan daerah mana yang potensial untuk digarap dan komoditas apa yang sangat dibutuhkan dan diminati penduduk di provinsi lain.

“Dari sisi BPS, mereka meminta Kadin Jatim untuk mendorong anggotanya mau mengisi survei industri yang biasa dilakukan BPS secara berkala, karena ternyata selama ini banyak industri yang enggan mengisi blanko survei tersebut. Keengganan itu menurut saya lebih disebabkan karena kurangnya sosialisasi,” pungkas Adik.(day)

baca juga :  Kadin Jatim Gelar Pelatihan Tingkatkan Kualitas SDM

baca juga

Target Sertifikasi Tenaga Kerja Dipangkas Akibat Covid-19

Aziz Manna Memorandum

Sektor Pertanian Diuji Covid-19

Aziz Manna Memorandum

Pertengahan 2021 Bisnis Properti Diprediksi Baru Bergairah

Agus Supriyadi